Kanal

Cerita Warga

Laporan langsung dari warga tentang dampak krisis iklim di komunitas dan daerah masing-masing.

IMG_0786.webp

Headline Cerita Warga

Petani Kemiri di Watanda Wona Cemas Hujan Tak Kunjung Turun

Pohon-pohon kemiri di Watanda Wona, Desa Wangga Waiyengu, Sumba Tengah, berbunga lebat pada Oktober 2026. Namun, warga justru cemas karena hujan belum turun. Pengalaman dua hingga tiga tahun terakhir menunjukkan, bunga yang rimbun tidak selalu berujung panen jika kemarau terus berlangsung. Kini, warga berharap hujan segera datang agar bunga kemiri tidak kembali rontok sebelum menjadi buah.

Redaksi IklimKita•
IMG_1103.webp

Umum

Sawah Prai Lakoka Kekeringan, Petani Kehilangan Harapan Panen Kedua

Tahun lalu, sawah di Prai Lakoka, Sumba Tengah, masih hijau oleh padi musim tanam kedua. Tahun ini, kekeringan panjang dan sumber air irigasi yang mengering membuat petani memilih mengistirahatkan sawah. Tak ada benih yang disemai, tak ada padi yang ditanam, dan harapan panen kedua pun harus dilepas karena air tak lagi tersedia.

Redaksi IklimKita•
IMG_0790.webp

Umum

Rumpun Bambu di Sambali Loku Gosong Terbakar, Warga Khawatir Sumber Air Terganggu

Rumpun-rumpun bambu di sepanjang jalan Desa Sambali Loku, Sumba Tengah, menghitam akibat kebakaran padang. Saat melewati wilayah ini, warga melihat banyak batang bambu gosong dan sebagian rumpun mati berdiri. Bambu yang tumbuh di sekitar mata air dikhawatirkan ikut rusak, padahal keberadaannya penting bagi lingkungan dan ketersediaan air. Warga berharap pembakaran padang dilakukan dengan lebih hati-hati agar api tidak merambat ke rumpun bambu.

Redaksi IklimKita•
IMG_0808.webp

Umum

Petani Lowa Gagal Panen, Padi Dibiarkan Jadi Pakan Ternak

Kekeringan panjang membuat padi di Lowa, Desa Wangga Waitengu, Sumba Tengah, gagal panen pada 2026. Berbeda dari tahun lalu ketika warga masih bisa memanen padi untuk kedua kalinya meski hasilnya terbatas, tahun ini banyak tanaman mengering sebelum menghasilkan bulir berisi. Warga akhirnya membiarkan kuda dan kerbau memakan padi yang gagal panen agar tanaman tersebut tetap bisa dimanfaatkan sebagai pakan ternak.

Redaksi IklimKita•
IMG_1061.webp

Umum

Mata Air di Hutan Taman Nasional Tana Daru, Sumba Tengah Makin Mengecil

Mata air di pinggir jalan lintas kabupaten yang membelah Hutan Taman Nasional Tana Daru, Sumba, kini mengalir jauh lebih kecil dibandingkan lima tahun lalu. Saat kembali melintasi tempat tersebut, saya melihat air yang biasanya mengalir deras kini hanya keluar perlahan dari sebatang bambu. Kemarau panjang dan hujan yang terlambat membuat warga khawatir mata air yang biasa menjadi tempat singgah itu semakin menyusut.

Redaksi IklimKita•
Kondisi Sumur yang airnya menguning.webp

Umum

Air Sumur Menguning di Tengah Kekeringan Kecamatan Sidareja

Kekeringan di Kecamatan Sidareja, Kabupaten Cilacap, turut memengaruhi kondisi sumber air warga. Di Desa Sidareja, sebagian masyarakat menghadapi perubahan kondisi air sumur yang tampak keruh dan kekuningan. Sementara beberapa wilayah telah terlayani PDAM, masih ada desa yang bergantung pada sumur dan membutuhkan distribusi air bersih dari BNPB. Cerita ini mengangkat pengalaman warga menghadapi perubahan kualitas air sumur di tengah musim kemarau.

Redaksi IklimKita•
Sawah Tinggarjaya.webp

Umum

Sawah Mengering, Musim Tanam Terhenti di Tinggarjaya

Kekeringan yang melanda Desa Tinggarjaya, Kecamatan Sidareja, Kabupaten Cilacap, menyebabkan lahan persawahan mengering dan saluran irigasi tidak lagi menyediakan air. Kondisi ini membuat petani tidak dapat menanam padi pada musim tanam sebelumnya. Lahan yang dibiarkan kosong juga mengurangi kesempatan kerja bagi buruh tani, sehingga sebagian warga beralih mencari kacang hijau liar di area persawahan. Cerita ini menggambarkan dampak kekeringan terhadap kegiatan pertanian dan penghidupan masyarakat desa.

Redaksi IklimKita•
Potret ketinggian udara maros paling parah disulsel.webp

Umum

Kabut Asap Menyelimuti Permukiman Maros, Warga Beraktivitas dengan Lebih Hati-hati

Pada 12 Oktober 2026, langit Kabupaten Maros tampak kelabu kecokelatan, menyelimuti permukiman dan pepohonan hingga cakrawala terlihat samar. Dugaan asap karhutla membuat udara terasa berat dan memunculkan kekhawatiran warga. Maros disebut memiliki kualitas udara paling tidak sehat di Sulawesi Selatan, meski peringkat itu masih perlu dipastikan data pemantauan pada waktu yang sama. Di balik langit keruh, masyarakat bertanya: seberapa besar ancaman pencemaran udara bagi kesehatan dan kehidupan mereka?

Redaksi IklimKita•
w.jpeg

Umum

Jagung Lokal Sumba, Benih Warisan yang Terancam Dilupakan

Di tengah curah hujan yang rendah dan musim tanam yang semakin sulit diprediksi, jagung lokal menjadi salah satu andalan pangan masyarakat Sumba. Benihnya bisa disimpan untuk ditanam kembali, sementara hasil panennya dapat diawetkan hingga bertahun-tahun untuk persediaan saat musim paceklik. Namun, peralihan ke jagung hibrida perlahan membuat benih lokal dan pengetahuan para tetua terancam ditinggalkan.

Redaksi IklimKita•
WhatsApp Image 2026-10-12 at 13.43.53.jpeg

Umum

Petatas dan Kabija Kateti, Warisan Pangan Sumba untuk Menghadapi Musim Lapar

Di Sumba, petatas atau kateti bukan sekadar camilan teman minum kopi. Para tetua mewariskan cara mengolah dan mengawetkannya melalui kabija kateti, yaitu mengupas, mengiris, dan menjemur petatas agar bisa disimpan lebih dari setahun. Namun, ketika beras semakin menjadi makanan pokok, petatas dan pengetahuan lokal untuk menghadapi musim lapar perlahan mulai dilupakan.

Redaksi IklimKita•
Potret kekeringan di marusu banyak rerumputan mati.webp

Umum

Kemarau Panjang Membuat Lahan di Marusu, Sulawesi Selatan, Semakin Gersang

Panas yang menyengat di Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, pada 9 Oktober 2026, terlihat dari hamparan lahan dan rerumputan di sekitar permukiman warga yang mengering. Hijau yang biasanya menutupi tanah perlahan berubah menjadi kecokelatan. Warga berharap kemarau panjang segera berakhir agar kehidupan, lahan, dan sumber penghidupan mereka tidak semakin tertekan.

Redaksi IklimKita•
WhatsApp Image 2026-10-06 at 12.11.31.jpeg

Umum

Lahan Warga Terbakar di Tengah Musim Kering, Menyisakan Tanah Tandus di Moncongloe

Musim kering membuat lahan di Moncongloe semakin mudah terbakar. Bekas kebakaran di Jalan Poros Moncongloe menyisakan tanah tandus dan pepohonan yang menghitam, sementara warga masih mempertanyakan penyebab kebakaran tersebut.

Redaksi IklimKita•
Kontributor

Kirim Cerita Warga Anda

Punya laporan atau cerita tentang dampak krisis iklim di daerah Anda? Daftar jadi kontributor dan kirim langsung ke redaksi.