Kembali|Cerita Warga/Umum|Dari Warga

Sawah Mengering, Musim Tanam Terhenti di Tinggarjaya

Kekeringan yang melanda Desa Tinggarjaya, Kecamatan Sidareja, Kabupaten Cilacap, menyebabkan lahan persawahan mengering dan saluran irigasi tidak lagi menyediakan air. Kondisi ini membuat petani tidak dapat menanam padi pada musim tanam sebelumnya. Lahan yang dibiarkan kosong juga mengurangi kesempatan kerja bagi buruh tani, sehingga sebagian warga beralih mencari kacang hijau liar di area persawahan. Cerita ini menggambarkan dampak kekeringan terhadap kegiatan pertanian dan penghidupan masyarakat desa.

Redaksi IklimKita
19 Oktober 2026•3 menit baca

Di Desa Tinggarjaya, Kecamatan Sidareja, Kabupaten Cilacap, sejumlah sawah mengalami kekurangan air. Tanahnya kering dan retak, sementara sisa jerami masih berserakan di lahan. Kekeringan yang terjadi pada 2026 membuat petani kesulitan mengolah sawah. Hujan yang minim dan air irigasi yang tidak mencukupi menyebabkan sejumlah lahan tidak ditanami padi sejak musim tanam sebelumnya.

Lahan yang biasanya digunakan untuk menanam padi kini menjadi tempat warga mencari kacang hijau yang tumbuh liar. Di tengah kondisi tersebut, kacang hijau liar menjadi salah satu yang bisa dimanfaatkan warga. Ketika sawah tidak lagi menyediakan pekerjaan seperti mengolah tanah, menanam, atau memanen padi, warga berusaha mencari sumber penghasilan lain dari apa yang masih tumbuh di lahan.

Berkurangnya kegiatan pertanian juga berdampak pada buruh tani yang mengandalkan pekerjaan di sawah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Selama air belum mencukupi, petani belum bisa kembali menanam padi seperti biasa, dan warga harus mencari cara lain untuk bertahan.

Warga berharap air kembali tersedia agar sawah bisa diolah dan kegiatan pertanian berjalan lagi. Untuk sementara, kacang hijau liar yang tumbuh di lahan menjadi salah satu yang bisa mereka manfaatkan di tengah sawah yang mengering.

Oleh: Amri Amiruddin

Cerita Warga

Punya cerita serupa?

Daftar jadi kontributor dan kirim laporan dampak iklim dari daerah Anda langsung ke redaksi IklimKita.