Rumpun Bambu di Sambali Loku Gosong Terbakar, Warga Khawatir Sumber Air Terganggu
Rumpun-rumpun bambu di sepanjang jalan Desa Sambali Loku, Sumba Tengah, menghitam akibat kebakaran padang. Saat melewati wilayah ini, warga melihat banyak batang bambu gosong dan sebagian rumpun mati berdiri. Bambu yang tumbuh di sekitar mata air dikhawatirkan ikut rusak, padahal keberadaannya penting bagi lingkungan dan ketersediaan air. Warga berharap pembakaran padang dilakukan dengan lebih hati-hati agar api tidak merambat ke rumpun bambu.
Saat melewati Desa Sambali Loku, Kecamatan Umbu Ratu Nggay Tengah, Sumba Tengah, saya melihat banyak rumpun bambu di sepanjang pinggir jalan menghitam akibat kebakaran padang. Batang-batang bambu gosong di bagian bawah, daun kering berserakan, dan beberapa rumpun tampak mati berdiri.
Bambu selama ini tumbuh di sekitar jalan dan kawasan mata air. Keberadaannya penting bagi lingkungan sekitar, terutama untuk membantu menahan tanah dan menjaga air di dalam tanah. Namun, kebakaran padang yang meluas membuat banyak rumpun bambu ikut terbakar.
Saya khawatir jika kebakaran seperti ini terus terjadi, bambu yang tumbuh di sekitar sumber air akan semakin rusak. Padahal, ketika musim kemarau datang, mata air dan sungai menjadi sumber air yang dibutuhkan warga.
Kebakaran padang sering kali hanya terlihat seperti rumput yang habis terbakar. Namun, ketika api merambat ke rumpun bambu, tanaman yang tumbuh di sekitar sumber air juga ikut terdampak. Kerusakan ini dikhawatirkan akan memengaruhi kondisi lingkungan dan ketersediaan air, meskipun dampaknya perlu dilihat lebih lanjut.
Saya berharap warga semakin berhati-hati saat membakar padang dan tidak membiarkan api merambat ke kawasan bambu. Yang terbakar bukan hanya rumput dan bambu, tetapi juga tanaman yang selama ini tumbuh di sekitar sumber air dan perlu dijaga keberadaannya.
Penulis: Norbet U. K. Laki Pali
Punya cerita serupa?
Daftar jadi kontributor dan kirim laporan dampak iklim dari daerah Anda langsung ke redaksi IklimKita.




