Kembali|Cerita Warga/Umum|Dari Warga

Petani Lowa Gagal Panen, Padi Dibiarkan Jadi Pakan Ternak

Kekeringan panjang membuat padi di Lowa, Desa Wangga Waitengu, Sumba Tengah, gagal panen pada 2026. Berbeda dari tahun lalu ketika warga masih bisa memanen padi untuk kedua kalinya meski hasilnya terbatas, tahun ini banyak tanaman mengering sebelum menghasilkan bulir berisi. Warga akhirnya membiarkan kuda dan kerbau memakan padi yang gagal panen agar tanaman tersebut tetap bisa dimanfaatkan sebagai pakan ternak.

Redaksi IklimKita
24 Oktober 2026•3 menit baca

Hamparan sawah di Lowa, Desa Wangga Waitengu, Kecamatan Umbu Ratu Nggay Tengah, Sumba Tengah, terlihat menguning. Namun, padi yang mengering itu bukan tanda siap panen. Tanaman padi milik warga gagal tumbuh dengan baik.

Pada 23 Oktober 2026, saat melintasi daerah tersebut, saya melihat kuda dan kerbau milik warga sedang memakan padi di sawah yang gagal panen. Pemandangan ini berbeda dari tahun sebelumnya. Pada 2025, warga masih bisa memanen padi untuk kedua kalinya, meskipun hasilnya tidak maksimal. Tahun ini, kondisi sawah jauh lebih buruk.

"Kami sudah tanam seperti biasa, tapi alam tidak mendukung," kata seorang petani.

Menurut warga, hujan sudah lama tidak turun. Musim kering berlangsung panjang, disertai panas terik. Sungai yang biasa digunakan untuk mengairi sawah juga semakin surut sehingga air tidak cukup untuk mengairi petak-petak sawah.

Akibatnya, padi tumbuh kerdil, bulirnya tidak berisi, lalu mengering sebelum waktunya. Karena sudah tidak bisa diharapkan untuk panen, warga membiarkan ternak mereka masuk ke sawah dan memakan tanaman padi yang tersisa.

Padi di Lowa terancam gagal panen akibat krisis air yang membuat sawah kekurangan pasokan air untuk pertumbuhan tanaman.

"Daripada padinya sia-sia, lebih baik kami lepas kuda dan sapi untuk makan. Setidaknya ternak masih bisa hidup," ujar petani lainnya.

Di Lowa, perbedaan kondisi sawah tahun ini terlihat jelas. Jika tahun lalu warga masih bisa memanen padi meski hasilnya sedikit, kini banyak tanaman mengering tanpa menghasilkan bulir yang bisa dipanen. Sawah yang biasanya ditanami untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga, kali ini justru menjadi tempat ternak mencari makan.

Penulis: Norbet U. K. Laki Pali

Cerita Warga

Punya cerita serupa?

Daftar jadi kontributor dan kirim laporan dampak iklim dari daerah Anda langsung ke redaksi IklimKita.

About the author

Redaksi IklimKita

Editor

Tim redaksi IklimKita menulis dan menyunting laporan berbasis data, sains, dan pengalaman warga tentang krisis iklim di Indonesia.