Kanal

Cerita Warga

Laporan langsung dari warga tentang dampak krisis iklim di komunitas dan daerah masing-masing.

IMG_9905.webp

Headline Cerita Warga

Keladi, Pangan Lokal yang Menjadi Andalan Saat Musim Paceklik di Sumba

Musim paceklik di Sumba Tengah membuat ketergantungan pada beras semakin terasa saat produksi padi dan jagung menurun. Di tengah kondisi tersebut, keladi menjadi salah satu pangan lokal yang tetap bisa tumbuh dengan sedikit air dan dapat disimpan hingga berbulan-bulan.

Redaksi IklimKita•
Sampah di Akar  Mangrove.webp

Umum

Sampah Menumpuk di Sekitar Akar Mangrove di Sukokerto

Saat melintasi jalan di kawasan pesisir, saya menemukan tumpukan sampah yang berserakan di bawah dan di antara akar mangrove. Kondisi ini tidak hanya mengganggu pemandangan, tetapi juga berpotensi mengancam ekosistem pesisir dan laut. Temuan sederhana ini menjadi pengingat bahwa menjaga mangrove tidak cukup hanya dengan mempertahankan pohonnya, tetapi juga harus menjaga lingkungan di sekitarnya dari pencemaran.

Redaksi IklimKita•
IMG-20260825-WA0002.webp

Umum

Kebakaran Padang dan Hutan di Lowa Membakar Tanaman Warga

Kebakaran padang, hutan karena puntung rokok dan pembakaran. Berhektar-hektar lahan hangus terbakar. Banyak tanaman warga ikut terbakar.

Redaksi IklimKita•
WhatsApp Image 2026-09-29 at 10.45.02.jpeg

Umum

Sungai Lawonda Mulai Mengering, Sawah Tak Lagi Menghijau

Sungai Lawonda di Desa Praimadeta, Sumba Tengah, yang dulu masih mengalir dan membantu petani menanam padi kedua saat musim kemarau, kini mulai mengering. Sawah di sekitarnya tidak lagi menghijau, sementara warga hanya bisa berharap hujan segera turun agar persediaan pangan tetap cukup.

Redaksi IklimKita•
Potret pertanian kab. barru yang nampak tidak ditanami bersamaan akibat susahnya air untuk menjagkau sawah masyarakat.webp

Umum

Kemarau Panjang, Sebagian Sawah di Barru Belum Bisa Ditanami

Kemarau panjang mulai mengubah cara petani di Kabupaten Barru menentukan waktu untuk menanam. Saat melintas di wilayah pertanian, terlihat sebagian sawah masih hijau dengan genangan air, sementara sebagian lainnya tampak kering dan belum ditanami. Kondisi ini menunjukkan bagaimana perubahan pola iklim dan keterbatasan air dapat menghambat aktivitas pertanian, menggeser jadwal tanam, serta meningkatkan risiko bagi petani yang menggantungkan kehidupan dari hasil sawah.

Redaksi IklimKita•
Potret malam kebakaran  gunung saukan kab. maros.webp

Umum

Kebakaran Gunung Bulu Saukang, Warga Cemas Pendaki Masih Berada di Atas

Kebakaran hutan dan lahan melanda Gunung Bulu Saukang, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, pada awal September 2026. Api diduga cepat meluas akibat cuaca panas, vegetasi kering, angin pegunungan, serta kemungkinan kelalaian manusia yang masih diselidiki. Kobaran api yang muncul di sekitar Pos 5 jalur pendakian sempat membuat warga panik karena terdapat beberapa pengunjung di atas gunung. Berkat evakuasi dan penanganan tim gabungan, seluruh pendaki berhasil turun dengan selamat. Peristiwa ini menjadi peringatan pentingnya pengawasan dan pencegahan kebakaran di kawasan pendakian.

Redaksi IklimKita•
Potret kebakaran hutan pinus gowa.webp

Umum

Kebakaran Kembali Terjadi di Lereng Malino, Warga Khawatir Api Meluas

Kebakaran lahan dan hutan pinus kembali terjadi di kawasan wisata Malino, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, pada Sabtu malam, 19 September 2026. Api membakar vegetasi dan tebing di sekitar poros Malino–Parigi, mengganggu lalu lintas serta menimbulkan kekhawatiran warga. Sebelumnya, kebakaran pada 19 Agustus 2026 menghanguskan sekitar dua hektare lahan. Penyebab terbaru belum dipastikan, tetapi warga menduga puntung rokok, pembakaran sampah, atau unsur kesengajaan. Warga berharap ada patroli, edukasi, dan penanganan cepat.

Redaksi IklimKita•
Potret tambak ikan di kab pangkep yang airnya mengecil akibat kemarau kepanjangan.webp

Umum

Kemarau Panjang, Air Tambak Warga Pangkep Mulai Menyusut

Kemarau panjang membuat tambak warga di Kabupaten Pangkep mengalami penyusutan air. Kondisi ini mengancam budidaya ikan bandeng, udang vaname, dan hasil panen lainnya yang menjadi sumber penghidupan keluarga. Warga telah bergotong royong menyewa pompa air, namun upaya tersebut belum mampu memenuhi kebutuhan tambak secara maksimal. Ibu Nunu berharap kemarau segera berakhir agar kondisi tambak membaik dan ekonomi keluarga petambak tetap terjaga.

Redaksi IklimKita•
Kebakaran Lahan Warga.webp

Umum

Kebakaran Lahan di Tanralili Hanguskan Bambu dan Tanaman Jati Warga

Pada 20 September 2026, kebakaran lahan terjadi di Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros, diduga bermula dari pembakaran ranting. Api cepat menjalar akibat kondisi lahan yang kering dan angin kencang, hingga menghanguskan bambu dan tanaman jati milik beberapa warga. Luas lahan terdampak diperkirakan lebih dari satu hektare. Warga berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya, sementara akses menuju lokasi yang sulit memperlambat penanganan. Beruntung, tidak ada korban jiwa dan api tidak merambat ke permukiman.

Redaksi IklimKita•
IMG-20260917-WA0003.webp

Umum

Asap Kebakaran Hutan Menyelimuti Kawasan IKN

Foto IKN pada pukul 9 pagi dipenuhi oleh asap yang disebabkan oleh kebakaran hutan. Kali ini IKN terkena dampak dari kebakaran hutan. Titik api sangat padat terjadi di Kalimantan Timur. Wilayah yang dibangun IKN dikelilingi dengan hutan. Kebakaran yang melanda areal hutan di sekitar ikn menyebabkan asap yang memenuhi IKN. Pada pagi hari asap terasa semakin padat hingga masuk kedalam ruangan. Dengan kepulan asap ini pekerjaan tetap dilaksanakan namun menggunakan masker namun tidak seintens biasanya. Gedung dilihat dari gedung lainya terlihat kurang jelas dengan asap yang menutupinya.

Redaksi IklimKita•
IMG-20260917-WA0005.webp

Umum

Kabut Asap Tebal Batasi Jarak Pandang di Jalan Poros Samarinda-Bontang

Kemaren tanggal 20 siang hari kami melintasi jalan Poros Samarinda-Bontang yang dipenuhi kabut asap. Ada pula lahan yang ditanami karet, digali diambil tanahnya dan tanaman sawit. Pandangan kedepan perkiraan hanya 15-20 meter itupun lantaran dibantu dengan lampu jauh. Otomatis kecepatan kendaraan juga dikurangi untuk menghindari kecelakaan. Akhirnya sampai ditujuan namun masih sama semua lokasi terkena asap.

Redaksi IklimKita•
IMG-20260917-WA0006.webp

Umum

Asap Kebakaran Mengepung Samarinda, Warga Kurangi Aktivitas di Luar Rumah

Pagi ini tanggal 19 September 2026 asap semakin banyak terlihat. Biasanya udara pagi sangat segar dan nyaman untuk mengawali hari, belakangan ini udara asap menyesakan yang terpaksa dihirup. Aktivitas diluar ruangan dihimbau oleh petugas kesehatan untuk selalu menggunakam masker. Salah satu dampak yang sering terjadi adalah ispa. Namun asap tetaplah bisa masuk kedalam rumah lewat celah celah ventilasi. Kipas angin yang memutar udara bercampur asap. Belum lagi bagi keluarga yang memiliki anak bayi, asap menjadi gangguan nyata kesehatan.

Redaksi IklimKita•
Kontributor

Kirim Cerita Warga Anda

Punya laporan atau cerita tentang dampak krisis iklim di daerah Anda? Daftar jadi kontributor dan kirim langsung ke redaksi.