Air Sumur Menguning di Tengah Kekeringan Kecamatan Sidareja
Kekeringan di Kecamatan Sidareja, Kabupaten Cilacap, turut memengaruhi kondisi sumber air warga. Di Desa Sidareja, sebagian masyarakat menghadapi perubahan kondisi air sumur yang tampak keruh dan kekuningan. Sementara beberapa wilayah telah terlayani PDAM, masih ada desa yang bergantung pada sumur dan membutuhkan distribusi air bersih dari BNPB. Cerita ini mengangkat pengalaman warga menghadapi perubahan kualitas air sumur di tengah musim kemarau.
Saat musim kemarau, sebagian warga di Desa Sidareja, Kecamatan Sidareja, Kabupaten Cilacap, menghadapi perubahan kondisi air sumur. Air yang biasa digunakan sehari-hari terlihat keruh dan berwarna kekuningan.
Perubahan ini membuat warga perlu lebih berhati-hati dalam menggunakan air sumur, terutama untuk minum dan memasak. Selama ini, sumur menjadi sumber air untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Ketika airnya berubah warna, warga tidak bisa begitu saja menggunakannya seperti biasa.
Tidak semua wilayah di Kecamatan Sidareja sudah terjangkau jaringan PDAM. Sebagian warga masih mengandalkan sumur untuk kebutuhan sehari-hari. Saat musim kemarau dan kondisi air sumur berubah, mendapatkan air yang cukup dan aman digunakan menjadi persoalan yang perlu diperhatikan.
Di tengah kekeringan, BNPB menyalurkan bantuan air bersih bagi warga terdampak. Bantuan ini menjadi salah satu sumber air untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang kesulitan mendapatkan air bersih.
Air sumur yang keruh dan kekuningan juga perlu diperiksa untuk mengetahui penyebab perubahan warna serta keamanannya. Sebab, warna air saja belum cukup untuk memastikan apakah air aman digunakan.
Bagi warga yang masih mengandalkan sumur, air bersih tetap dibutuhkan setiap hari. Mereka tidak hanya membutuhkan air yang tersedia, tetapi juga air yang aman untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Oleh: Amri Amiruddin
Punya cerita serupa?
Daftar jadi kontributor dan kirim laporan dampak iklim dari daerah Anda langsung ke redaksi IklimKita.




