Kembali|Cerita Warga/Umum|Dari Warga

Sampah Berserakan di Pesisir Pulau Gusung, Makassar

Surga Kecil yang Tertutup Sampah Kota Makassar Ini menceritakan pengalaman saya saat mengunjungi Pulau Gusung di Kota Makassar. Di balik indahnya laut dan hamparan pasir, saya menemukan karang dan pesisir yang dipenuhi sampah. Pemandangan itu menjadi pengingat bahwa keindahan alam dapat hilang akibat kelalaian manusia. Cerita ini mengajak kita untuk melihat bahwa menjaga laut bukan hanya tugas masyarakat pesisir, tetapi tanggung jawab setiap orang yang menikmati keindahannya.

Redaksi IklimKita
13 September 2026•3 menit baca
Perjalanan saya menuju Pulau Gusung di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, seharusnya menjadi momen untuk menikmati keindahan laut yang jernih dan hamparan pasir. Namun, di balik pemandangan tersebut, mata saya justru tertuju pada sampah yang terlihat di sepanjang pesisir.

Sampah berserakan di antara karang dan tepian pantai. Plastik, botol, dan berbagai limbah lainnya terlihat terbawa ombak dan kemudian terdampar di pulau kecil ini.

Sebagian sampah tersebut mungkin berasal dari daratan dan terbawa arus laut hingga sampai ke Pulau Gusung. Sebagian lainnya bisa saja ditinggalkan oleh wisatawan yang datang berkunjung.

Ironisnya, pulau yang menjadi tujuan wisata justru dipenuhi sampah yang terbawa ombak dan ditinggalkan oleh manusia.

Di tengah Kota Makassar yang terus berkembang, masih ada wilayah pesisir seperti Pulau Gusung yang menghadapi persoalan sampah. Karang-karang di sepanjang pesisir terlihat bercampur dengan sampah plastik, botol, dan limbah lainnya. Kondisi tersebut membuat pemandangan pulau menjadi berbeda dari yang seharusnya.

Bagi saya, kondisi ini menunjukkan bahwa sampah yang dibuang di satu tempat bisa terbawa ke tempat lain. Pulau kecil yang jauh dari daratan pun akhirnya ikut menerima sampah.

Pulau Gusung menjadi salah satu tempat yang banyak dikunjungi untuk menikmati laut dan pantai. Karena itu, kondisi pesisirnya perlu dijaga agar sampah tidak terus menumpuk dan mengganggu kawasan yang menjadi tujuan wisata tersebut.

Cerita Warga

Punya cerita serupa?

Daftar jadi kontributor dan kirim laporan dampak iklim dari daerah Anda langsung ke redaksi IklimKita.

About the author

Redaksi IklimKita

Editor

Tim redaksi IklimKita menulis dan menyunting laporan berbasis data, sains, dan pengalaman warga tentang krisis iklim di Indonesia.