Kembali|Cerita Warga/Umum|Dari Warga

Sampah Rumah Tangga Menumpuk di Pinggir Sungai Desa Bugasur Kedaleman

Sampah dari kegiatan rumah tangga menumpuk di desa Bugasur Kedaleman, kecamatan Gudo, kabupaten Jombang. Sampah yang menumpuk ini berada di sebelah aliran sungai dan jembatan kecil. Tumpukan sampah ini terdiri dari sisa-sisa kegiatan rumah tangga (kresek, botol plastik, bungkus deterjen, bungkus makanan ringan, sisa sayuran dan makanan). Sebagian sampah ada yang masuk sungai dan ada bekas dibakar.

Redaksi IklimKita
8 September 2026•3 menit baca

Sampah dari kegiatan rumah tangga menumpuk di Desa Bugasur Kedaleman, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang. Tumpukan sampah berada di sebelah aliran sungai dan jembatan kecil.

Menurut warga, sampah yang dibuang di tempat ini bukan hanya dari masyarakat sekitar. Ada juga orang yang melintas dan sengaja membuang sampah di sini. Jalan tersebut merupakan jalan pintas menuju Pasar Gudo sehingga cukup banyak orang yang melewati jalan ini.

Sampah yang menumpuk menimbulkan bau. Ada juga bau gosong karena sebagian sampah dibakar. Terutama plastik yang dibakar, baunya cukup menyengat jika berada dekat dengan lokasi.

Pembakaran dilakukan oleh masyarakat sekitar karena mereka juga terganggu dengan sampah yang terus menumpuk. Sampah dibakar untuk mengurangi tumpukan yang ada.

Sampah yang terlihat terdiri dari kantong plastik, botol plastik, bungkus deterjen, bungkus makanan ringan, sisa sayuran, dan sisa makanan. Sebagian sampah ada yang masuk ke sungai. Di sekitar tumpukan juga terlihat bekas sampah yang sudah dibakar.

Kalau air sungai naik, sampah yang berada di pinggir sungai bisa ikut terbawa arus.

Warga tidak mengetahui pasti sejak kapan tempat ini mulai digunakan untuk membuang sampah. Sampai sekarang juga belum ada yang mengingatkan warga atau orang yang lewat agar tidak membuang sampah di tempat tersebut.

Warga berharap ada sosialisasi tentang cara mengurangi dan mengelola sampah agar tumpukan sampah seperti ini tidak terus terjadi.

Cerita Warga

Punya cerita serupa?

Daftar jadi kontributor dan kirim laporan dampak iklim dari daerah Anda langsung ke redaksi IklimKita.