Kembali|Cerita Warga/Umum|Dari Warga

Petani Desa Godong Pilih Tanam Jagung karena Sulit Mendapatkan Air

Petani di desa Godong biasanya menanam padi disepanjang tahun. Satu tahun 3 kali masa tanam namun berbeda dengan masa tanam kali ini. Masa tanam kali ini terpaksa menanam jagung sebab air sulit untuk didapatkan. Pengairan menggunakan diesel memerlukan biaya tinggi. Sehingga petani memilih menanam jagung meski harganya lebih rendah dari padi

Redaksi IklimKita
8 September 2026•2 menit baca

Petani di Desa Godong biasanya menanam padi sepanjang tahun. Dalam satu tahun bisa sampai tiga kali masa tanam. Tetapi untuk masa tanam kali ini berbeda. Petani terpaksa menanam jagung karena air sulit didapatkan.

Air di saluran irigasi tidak ada dan hujan sudah lama tidak turun. Waduk yang biasanya digunakan untuk pengairan juga debit airnya menurun.

Kalau menggunakan diesel untuk mengairi sawah, biayanya cukup mahal. Sekali mengairi sawah bisa menghabiskan sekitar 5 liter bensin. Dalam satu musim tanam, sawah harus diairi berkali-kali.

Karena itu, petani memilih menanam jagung meskipun harga jagung lebih rendah daripada padi. Makanan pokok warga di sini adalah padi, jadi jagung yang dipanen harus dijual.

Petani juga bilang sekarang lebih sulit memperkirakan musim. Air juga semakin sulit didapatkan. Pupuk yang digunakan juga harus lebih banyak sehingga biayanya semakin mahal.

Beberapa petani sudah mencoba berbagai varietas padi, tetapi hasilnya tetap sama. Menurut mereka, kondisi tanah dan musim sekarang sudah tidak seperti dulu lagi.

Cerita Warga

Punya cerita serupa?

Daftar jadi kontributor dan kirim laporan dampak iklim dari daerah Anda langsung ke redaksi IklimKita.