Tumpukan Daun Dibakar Dekat Kabel di Desa Tanjung, Probolinggo
Tumpukan daun yang dibakar di pinggir jalan menghasilkan api yang cukup besar hingga menjulang mendekati kabel yang berada di atasnya. Selain menimbulkan risiko kebakaran, pembakaran tersebut juga menghasilkan asap yang mengganggu kualitas udara di sekitar.
Saat melintas di salah satu jalan permukiman di Desa Tanjung, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, saya melihat tumpukan daun dan ranting kering yang sedang dibakar di pinggir jalan. Api terlihat cukup besar dan menjulang tinggi. Ujung api bahkan sudah sangat dekat dengan kabel-kabel yang melintas tepat di atas lokasi pembakaran.
Beberapa bagian api terlihat hampir menyentuh kabel sehingga situasi tersebut cukup membuat khawatir. Beruntung, kabel yang berada di atasnya tidak sampai terbakar meskipun jaraknya terlihat sangat dekat dengan kobaran api. Saya cukup khawatir jika api tiba-tiba membesar atau tertiup angin dan kemudian menjalar ke lingkungan sekitar.
Selain api yang cukup besar, pembakaran tumpukan daun tersebut juga menghasilkan asap yang terlihat mengepul di sekitar lokasi. Asap membuat udara di sekitar jalan menjadi kurang nyaman, terutama bagi warga atau pengguna jalan yang berada tidak jauh dari tempat pembakaran.
Pembakaran sampah organik seperti daun memang terlihat sebagai cara yang sederhana untuk membersihkan tumpukan. Namun, jika dilakukan di pinggir jalan dan dekat dengan jaringan kabel, risikonya bisa menjadi lebih besar.
Kejadian seperti ini juga membuat saya berpikir bahwa membakar tumpukan daun di ruang terbuka bukan hanya soal menghilangkan sampah, tetapi juga menghasilkan asap dan emisi yang masuk ke udara. Di tengah kondisi lingkungan dan cuaca yang semakin panas, pembakaran terbuka tentu membuat udara di sekitar semakin tidak nyaman.
Saya berharap masyarakat bisa lebih berhati-hati dalam mengelola daun dan sampah organik. Daun dan ranting kering, misalnya, dapat dikumpulkan untuk dijadikan kompos sehingga tidak perlu dibakar dan risiko terhadap lingkungan maupun fasilitas di sekitar dapat dikurangi.
Punya cerita serupa?
Daftar jadi kontributor dan kirim laporan dampak iklim dari daerah Anda langsung ke redaksi IklimKita.




