Kebakaran Dekat Permukiman Bumi Sempaja, Warga Sempat Kesulitan Air
Kost kami berada di Perumahan Bumi Sempaja, Samarinda, Kalimantan Timur. Kemaren sore kami jogging bersama namun ditengah jogging kami melihat ada kebakaran. Api cepat sekali membesar hingga mengenai kabel listrik dan terjadi pemadaman. Pemadam kebakaran sampai dilokasi saat api sudah mengamuk. Rasanya saat menakutkan kondisi gelap dan hanya nyala api yang kami lihat disertai asap mengepul. Untungnya pemadam berhasil memadamkan api. Diduga penyebab kebakaran ini adalah anak kecil yang bermain api. Doa kami semoga lekas turun hujan agar kebakaran tidak lagi terjadi.
Pukul setengah tujuh sore, terjadi kebakaran di kawasan Perumahan Bumi Sempaja. Saat itu saya dan rekan sudah bersiap untuk jogging dengan pakaian lengkap. Kami kemudian jogging berkeliling kompleks.
Saat sedang jogging, kami melihat asap. Awalnya kami kira asap tersebut berasal dari tempat yang jauh. Beberapa hari terakhir memang sudah terlihat asap di sekitar tempat kami. Tetapi semakin kami berjalan, asap semakin terlihat jelas dan ternyata berasal dari satu titik.
Kami kemudian mendekati lokasi karena penasaran. Ternyata memang terjadi kebakaran. Saat itu api masih pendek, tetapi sudah terdengar suara ranting dan ilalang yang terbakar.
Kami mulai panik karena lokasi kebakaran sangat dekat dengan permukiman. Jaraknya hanya dibatasi pagar kawat. Kami sempat ingin melompat dan memadamkan api, tetapi tidak bisa.
Kami juga sempat berpikir mengambil air dari tempat kos. Tetapi kami sedang menghemat air karena air PDAM sering mati. Untuk kebutuhan sehari-hari saja air susah dicukupi, apalagi kalau digunakan untuk memadamkan api.
Akhirnya kami mencoba melempari api dengan tanah. Setelah itu kami menjauh karena melihat api semakin besar membuat kami takut. Saat itu sudah banyak orang yang datang ke lokasi.
Ketika kami berada di sana, api sudah semakin tinggi dan cepat merembet ke sekitar. Untungnya petugas pemadam datang sebelum api sampai ke permukiman.
Panas dari api terasa sekali. Asap juga menyebar ke mana-mana. Kami juga melihat api sempat menyambar kabel listrik. Setelah itu listrik di Perumahan Bumi Sempaja padam.
Listrik mati cukup lama. Saat api belum benar-benar padam, listrik masih belum menyala. Suasana semakin mencekam karena hari mulai gelap, listrik mati, dan api masih terlihat menyala. Di kos juga terasa semakin pengap karena kipas angin ikut mati.
Sampai sekarang penyebab kebakaran belum diketahui pasti. Ada yang mengatakan kebakaran terjadi karena anak kecil bermain bakar-bakaran, tetapi itu belum diketahui kebenarannya.
Area tempat kebakaran juga sedang sangat kering. Hujan belum turun sampai sekarang. Kami berharap hujan segera turun supaya kebakaran seperti ini tidak terjadi lagi di sekitar tempat kami.
Punya cerita serupa?
Daftar jadi kontributor dan kirim laporan dampak iklim dari daerah Anda langsung ke redaksi IklimKita.
About the author
Redaksi IklimKita
Editor
Tim redaksi IklimKita menulis dan menyunting laporan berbasis data, sains, dan pengalaman warga tentang krisis iklim di Indonesia.




