Kembali|Cerita Warga/Umum|Dari Warga

Budidaya Ikan Menjadi Mata Pencaharian Utama Warga Desa Surowono

Mayoritas pekerjaan masyarakat di desa Surowono, kecamatan Badas, kabupaten Kediri sebagai pembudidaya ikan. Di desa Surowono ada yang menjadi penjual bibit ikan, pembesaran ikan, penjual pakan ikan dan penjual peralatan ikan. Ikan hias dan ikan konsumsi semua ada disini dipelihara dalam kolam tanah, kolam semen dan aquarium. Air sebagai komponen utama kehidupan ikan secara tidak langsung tergaja. Dikarenakan pembudidaya ikan menjaga air yang digunakan dalam proses budidaya dan setelahnya digunakan untuk pengairan sawah jagung.

Redaksi IklimKita
13 September 2026•4 menit baca

Budidaya ikan di Desa Surowono, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri, menjadi salah satu mata pencaharian utama masyarakat. Kolam ikan terlihat di banyak tempat, mulai dari gapura masuk desa. Kolam tersebut ada yang dibuat dari tanah, semen, dan ada juga yang menggunakan akuarium.

Mata pencaharian masyarakat juga beragam dan masih berkaitan dengan budidaya ikan. Ada yang menjual bibit ikan, melakukan pembesaran ikan, menjual pakan, dan menjual peralatan untuk budidaya ikan.

Jenis ikan yang dibudidayakan juga beragam. Untuk ikan hias ada koi, slayer, koki, balon, dan jenis lainnya. Sementara untuk ikan konsumsi ada nila, gurame, bader, dan tombro.

Untuk kolam tanah, biasanya dilakukan pengeringan setelah ikan dipanen. Pengeringan dilakukan untuk mengurangi hama yang ada di dalam kolam sebelum digunakan kembali.

Air sisa dari kolam juga tidak langsung dibuang. Air tersebut dialirkan ke sawah di sekitar kolam untuk membantu mengairi sawah. Menurut warga, air dari kolam juga dapat membantu menyuburkan tanah karena masih membawa sisa dari budidaya ikan.

Kehidupan ikan sangat bergantung pada kualitas air. Air kolam harus dijaga agar kandungan amonia tidak tinggi, pH tetap sesuai, dan oksigen cukup untuk ikan. Karena itu, kondisi air di sekitar desa juga perlu dijaga agar tidak tercemar.

Warga juga menggunakan beberapa cara untuk menjaga kualitas air kolam. Salah satunya dengan memberikan pakan alami. Di dalam kolam, warga memasukkan karung yang berisi kotoran ayam untuk membantu menghasilkan pakan alami bagi ikan.

Pakan alami tersebut berupa cacing kecil dan hewan-hewan kecil berwarna putih. Azolla juga digunakan sebagai salah satu pakan alami untuk ikan.

Menurut warga, semakin banyak pakan alami yang tersedia, pakan buatan dapat dikurangi dan kandungan amonia di dalam kolam bisa lebih rendah. Karena itu, penggunaan pakan alami menjadi salah satu cara yang dilakukan warga dalam budidaya ikan di Desa Surowono.

Cerita Warga

Punya cerita serupa?

Daftar jadi kontributor dan kirim laporan dampak iklim dari daerah Anda langsung ke redaksi IklimKita.

About the author

Redaksi IklimKita

Editor

Tim redaksi IklimKita menulis dan menyunting laporan berbasis data, sains, dan pengalaman warga tentang krisis iklim di Indonesia.