Kembali|Cerita Warga/Umum|Dari Warga

Kemarau Panjang, Sebagian Sawah di Barru Belum Bisa Ditanami

Kemarau panjang mulai mengubah cara petani di Kabupaten Barru menentukan waktu untuk menanam. Saat melintas di wilayah pertanian, terlihat sebagian sawah masih hijau dengan genangan air, sementara sebagian lainnya tampak kering dan belum ditanami. Kondisi ini menunjukkan bagaimana perubahan pola iklim dan keterbatasan air dapat menghambat aktivitas pertanian, menggeser jadwal tanam, serta meningkatkan risiko bagi petani yang menggantungkan kehidupan dari hasil sawah.

Redaksi IklimKita
29 September 2026•4 menit baca

Saat melintas di wilayah pertanian Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, terlihat kondisi sawah yang berbeda-beda. Ada lahan yang masih terlihat hijau dengan tanaman padi yang mulai tumbuh, tetapi ada juga petak sawah yang terlihat kering dan belum ditanami.

Kemarau yang cukup panjang membuat sebagian lahan belum bisa diolah dan ditanami. Air menjadi salah satu kendala yang dirasakan petani. Ketika air belum cukup, petani harus menunggu sebelum mulai menanam.

Di beberapa bagian sawah masih terlihat genangan air dan tanaman padi. Sementara di bagian lainnya, tanah terlihat lebih kering dan belum digunakan untuk menanam. Perbedaan ini terlihat cukup jelas ketika melewati hamparan sawah.

Bagi petani, kondisi seperti ini membuat waktu tanam tidak bisa ditentukan dengan mudah. Biasanya musim menjadi salah satu patokan untuk mulai mengolah lahan dan menyiapkan benih. Namun, ketika hujan belum turun dan air masih terbatas, petani harus menyesuaikan lagi waktu tanamnya.

Kalau menanam terlalu cepat sementara air tidak cukup, petani khawatir tanaman tidak bisa tumbuh dengan baik. Tetapi kalau terlalu lama menunggu, waktu tanam dan panen juga bisa ikut mundur.

Kemarau yang panjang juga membuat petani harus lebih memperhatikan ketersediaan air. Lahan yang masih mendapatkan air bisa mulai ditanami, sedangkan lahan yang belum mendapatkan cukup air terpaksa menunggu.

Kondisi sawah di Barru ini terlihat sederhana ketika dilihat dari jalan. Ada sawah yang hijau dan ada sawah yang kering. Tetapi bagi petani, perbedaan itu berkaitan langsung dengan kapan mereka bisa mulai bekerja dan menanam.

Saat ini petani harus menyesuaikan kegiatan di sawah dengan kondisi air yang tersedia. Mereka tidak bisa hanya berpatokan pada jadwal musim seperti sebelumnya karena kondisi di lapangan bisa berbeda.

Kemarau panjang membuat sebagian sawah di Barru belum bisa ditanami. Petani masih menunggu air yang cukup agar lahan bisa kembali digunakan dan tanaman dapat tumbuh dengan baik.

Cerita Warga

Punya cerita serupa?

Daftar jadi kontributor dan kirim laporan dampak iklim dari daerah Anda langsung ke redaksi IklimKita.