Pepohonan Tumbang di Tengah Pembangunan di Kabupaten Enrekang
Ketika Bukit Kehilangan Penjaganya menceritakan perjalanan saya melintasi Enrekang, Sulawesi Selatan, saat menyaksikan aktivitas pembangunan yang mengakibatkan penebangan pohon dan pengikisan lereng. Pemandangan itu memunculkan kekhawatiran akan hilangnya habitat satwa, meningkatnya risiko longsor, dan dampaknya terhadap lingkungan serta keselamatan pengguna jalan. Cerita ini mengajak kita menyadari bahwa pembangunan seharusnya berjalan seiring dengan upaya menjaga alam agar tetap lestari bagi generasi mendatang.
Perjalanan saya melintasi Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, biasanya selalu menghadirkan pemandangan yang menenangkan. Perbukitan hijau, udara yang sejuk, dan deretan pepohonan menjadi bagian dari keindahan alam yang selama ini melekat di wilayah tersebut. Namun, pemandangan itu terasa berbeda ketika saya melihat sebuah aktivitas pembangunan di tepi jalan.
Saya tidak mengetahui secara pasti apakah itu pembangunan jembatan atau proyek infrastruktur lainnya. Yang saya lihat hanyalah alat berat yang bekerja, pepohonan yang telah tumbang, dan lereng bukit yang mulai terkikis.
Mungkin pembangunan memang diperlukan. Jalan yang lebih baik dan infrastruktur yang memadai tentu penting bagi masyarakat. Namun, saya tidak bisa berhenti bertanya, apakah pembangunan harus selalu dibayar dengan hilangnya ruang hidup alam?
Ketika pepohonan berkurang, saya khawatir tanah di lereng menjadi lebih mudah terkikis, terutama di wilayah perbukitan seperti Enrekang. Yang juga terpikir oleh saya adalah kehidupan satwa yang ada di sekitar kawasan tersebut. Burung, tupai, serangga, dan berbagai makhluk kecil lainnya tentu hidup di antara pepohonan itu. Ketika pohon-pohon tumbang, saya bertanya-tanya, ke mana mereka akan berpindah?
Sebagai pengguna jalan, saya juga membayangkan keselamatan para pengendara yang setiap hari melintasi jalur tersebut. Lereng yang terbuka dan tanah yang terkikis tentu perlu diperhatikan, terutama ketika nanti musim hujan datang.
Perjalanan itu akhirnya saya lanjutkan. Namun, pemandangan lereng yang kehilangan pepohonannya terus membekas dalam ingatan saya. Saya berharap pembangunan yang dilakukan tetap memberi ruang bagi alam untuk bertahan.
Punya cerita serupa?
Daftar jadi kontributor dan kirim laporan dampak iklim dari daerah Anda langsung ke redaksi IklimKita.




