Kebakaran Sampah Liar di Kilometer 56 Bukit Soeharto Ganggu Pengendara
Kamis, 30 Juli, terjadi kebakaran di tempat pembuangan sampah liar di Kilometer 56 Bukit Soeharto, Kalimantan Timur. Tumpukan sampah berada di pinggir jalan yang menghubungkan Samarinda dan Balikpapan. Aktivitas warga sehari-hari menghasilkan sampah rumah tangga. Menghasilkan tumpukan sampah di kilometer 56. Saat kebakaran terjadi, api berada di tumpukan sampah dan kemudian merembet ke pohon di sekitarnya. Asap kebakaran cukup tebal dan mengganggu pengendara yang melintas. Ada dugaan kebakaran disebabkan puntung rokok yang dibuang sembarangan oleh pengendara, tetapi itu masih dugaan.
Pada Kamis, 30 Juli, terjadi kebakaran di tempat pembuangan sampah liar di Kilometer 56 Bukit Soeharto, Kalimantan Timur. Tumpukan sampah tersebut berada di pinggir jalan yang menghubungkan Samarinda dan Balikpapan.
Di kawasan Bukit Soeharto masih ada penduduk yang tinggal di sekitar kawasan hutan. Aktivitas warga sehari-hari menghasilkan sampah rumah tangga. Karena tempat pembuangan sampah tidak tersedia dengan baik, sampah kemudian dibuang di beberapa tempat, salah satunya di Kilometer 56.
Tumpukan sampah di Kilometer 56 berada di jurang di tepi jalan. Di sekitarnya terdapat banyak pohon. Keberadaan pohon terkadang membuat bau sampah tidak terlalu terasa.
Saat kebakaran terjadi, api berada di tumpukan sampah dan kemudian merembet ke pohon di sekitarnya. Saat itu sedang musim kemarau sehingga kondisi di sekitar lokasi juga kering.
Kebakaran diketahui oleh masyarakat yang melihat asap dan api. Setelah itu dilakukan pemadaman. Api tidak sampai meluas dan pemadaman juga berlangsung cukup cepat.
Asap kebakaran cukup tebal dan mengganggu pengendara yang melintas. Pandangan menjadi terganggu dan asap juga membuat sesak saat bernapas. Asap bertahan cukup lama karena masih terdapat sampah dan pohon yang membara.
Pengendara yang melintas diimbau untuk memperlambat kendaraannya. Pemadaman dan pengamanan lalu lintas dilakukan oleh Pusrehut, Tim Manggala Api Bukit Soeharto, dan PT Tektona Alas Makmur. Pemadaman menggunakan satu mobil dari Tim Manggala Api.
Sampai sekarang, penyebab kebakaran belum diketahui. Ada dugaan kebakaran disebabkan oleh puntung rokok yang dibuang sembarangan oleh pengendara, tetapi hal tersebut masih merupakan dugaan.
Punya cerita serupa?
Daftar jadi kontributor dan kirim laporan dampak iklim dari daerah Anda langsung ke redaksi IklimKita.
About the author
Redaksi IklimKita
Editor
Tim redaksi IklimKita menulis dan menyunting laporan berbasis data, sains, dan pengalaman warga tentang krisis iklim di Indonesia.




