Kabut Asap Tebal Batasi Jarak Pandang di Jalan Poros Samarinda-Bontang
Kemaren tanggal 20 siang hari kami melintasi jalan Poros Samarinda-Bontang yang dipenuhi kabut asap. Ada pula lahan yang ditanami karet, digali diambil tanahnya dan tanaman sawit. Pandangan kedepan perkiraan hanya 15-20 meter itupun lantaran dibantu dengan lampu jauh. Otomatis kecepatan kendaraan juga dikurangi untuk menghindari kecelakaan. Akhirnya sampai ditujuan namun masih sama semua lokasi terkena asap.
Kemarin, tanggal 20 September 2026, siang hari kami melintasi Jalan Poros Samarinda-Bontang yang dipenuhi kabut asap. Jalanan terlihat lebih sepi dari biasanya, padahal jalan ini merupakan jalan utama yang menghubungkan Samarinda dan Bontang, begitu juga sebaliknya.
Biasanya jalan ini dipenuhi truk-truk besar dan motor yang lalu-lalang dengan kecepatan tinggi. Jalannya panjang, lebar, dan lurus dalam waktu perjalanan yang cukup lama. Kadang kami bahkan menyebutnya seperti sirkuit balap karena kendaraan bisa melaju sangat cepat di jalan ini.
Di kanan dan kiri jalan terdapat hutan sekunder dan sedikit hutan primer. Ada juga lahan yang ditanami karet, lahan yang sudah digali dan diambil tanahnya, serta perkebunan sawit yang berjejer. Di sepanjang jalan juga terdapat beberapa warung yang biasanya menjadi tempat kami singgah ketika lelah dalam perjalanan.
Namun, siang itu suasananya berbeda. Lalu lintas tidak sepadat biasanya. Mata kami seperti tertutup asap ketika mencoba melihat ke depan. Kanan, kiri, depan, dan belakang terasa sesak oleh asap yang cukup tebal.
Jarak pandang ke depan diperkirakan hanya sekitar 15-20 meter. Itu pun masih terbantu oleh lampu jauh kendaraan. Karena pandangan terbatas, otomatis kecepatan kendaraan kami kurangi untuk menghindari kecelakaan.
Suasananya terasa seperti mencekam, seperti adegan di film-film horor. Kami menjadi lebih waspada selama perjalanan karena tidak bisa melihat kendaraan atau kondisi jalan dengan jelas dari jarak jauh.
Akhirnya kami sampai di tujuan. Namun, kondisi asap ternyata masih sama. Di beberapa lokasi yang kami lewati, asap masih terasa dan mengganggu pandangan.
Semoga kondisi ini segera pulih dan asap-asap ini cepat menghilang, sehingga perjalanan di jalan Poros Samarinda-Bontang bisa kembali seperti biasanya.
Punya cerita serupa?
Daftar jadi kontributor dan kirim laporan dampak iklim dari daerah Anda langsung ke redaksi IklimKita.




