Kembali|Cerita Warga/Umum|Dari Warga

Eceng Gondok Menutupi Permukaan Waduk Gude, Jombang

Eceng gondok yang menutupi permukaan waduk gude dengan menyisakan sedikit air yang terlihat. Pertumbuhan yang cepat menyebabkan tanaman ini memenuhi permukaan air waduk gude dengan bunga merah mudanya. Bukan tanpa sebab blooming eceng gondok ini terjadi, pupuk kimia yang dipakai untuk pertanian. Aliran air waduk ini dialirkan ke sawah dan dari sawah ada air yang kembali ke waduk. Mayoritas pupuk yang dipakai pupuk kimia, pupuk organik hanya dipakai untuk perbaikan tanah saja. Sedangkan untuk membasmi hama dan gulma memakai pupuk kimia.

Redaksi IklimKita
13 September 2026•3 menit baca

Waduk Gude di Kecamatan Gudo, Jombang, yang berbatasan dengan Kabupaten Kediri di sisi utara, saat ini banyak dipenuhi eceng gondok. Permukaan air waduk terlihat tertutup eceng gondok yang menghampar dan sebagian berbunga berwarna merah muda.

Dari pinggir waduk, permukaan air yang tertutup eceng gondok terlihat cukup luas. Jumlahnya semakin banyak dan menutupi sebagian permukaan air.

Warga menggunakan air Waduk Gude untuk mengairi sawah di sekitar waduk. Banyaknya eceng gondok membuat kondisi waduk berbeda dari biasanya dan dikhawatirkan mengganggu kondisi air.

Menurut warga, salah satu kemungkinan penyebab banyaknya eceng gondok adalah penggunaan pupuk kimia dari lahan pertanian di sekitar waduk. Air dari lahan pertanian masuk ke saluran yang terhubung dengan waduk.

Petani di sekitar waduk lebih banyak menggunakan pupuk kimia karena lebih mudah didapat dan beberapa jenisnya mendapatkan subsidi. Pupuk kimia juga digunakan untuk perawatan tanaman dan pengendalian hama.

Sementara itu, pupuk organik seperti pupuk kandang dari kotoran sapi lebih sering digunakan untuk memperbaiki kondisi tanah. Penggunaannya tidak dilakukan setiap waktu.

Eceng gondok yang tumbuh dengan cepat membuat warga dan petani semakin sulit mengendalikannya. Jika terus menutupi permukaan waduk, warga khawatir kondisi air dan kehidupan ikan di dalam waduk ikut terganggu.

Cerita Warga

Punya cerita serupa?

Daftar jadi kontributor dan kirim laporan dampak iklim dari daerah Anda langsung ke redaksi IklimKita.

About the author

Redaksi IklimKita

Editor

Tim redaksi IklimKita menulis dan menyunting laporan berbasis data, sains, dan pengalaman warga tentang krisis iklim di Indonesia.