Harga Cabai di Sumba Tengah Mencapai Rp90.000 per Kilogram
Cabe makin mahal, tanam sulit tumbuh, mudah terserang penyakit, cuaca tak menentu, panen susut, sehingga pasokan makin menipis.
Harga cabai di Pasar Anakalang, Sumba Tengah, NTT belakangan ini cukup mahal. Per hari ini, harga cabai mencapai Rp50.000-Rp90.000 per kilogram. Ada juga yang menjual cabai dalam mangkuk kecil dengan harga Rp10.000-Rp20.000.
Di lahan petani, musim tanam sekarang juga semakin sulit diprediksi. Bibit cabai yang sebelumnya mudah tumbuh, sekarang sering layu sebelum berbuah.
Tanaman cabai yang masih muda juga mudah terserang penyakit, seperti bercak daun dan busuk batang. Buah cabai juga bisa busuk sebelum matang.
Hujan terkadang datang terlambat, kemudian turun deras dalam waktu singkat sehingga tanah menjadi becek. Saat masuk musim kemarau, panas terasa lebih menyengat dan tanah menjadi retak.
Cuaca yang tidak menentu juga membuat hama dan jamur lebih mudah menyerang tanaman. Akibatnya, tanaman menjadi lebih lemah dan hasil panen berkurang.
Pasokan cabai ke pasar ikut berkurang. Kondisi tersebut membuat harga cabai menjadi lebih mahal dan dirasakan oleh ibu rumah tangga saat berbelanja.
Punya cerita serupa?
Daftar jadi kontributor dan kirim laporan dampak iklim dari daerah Anda langsung ke redaksi IklimKita.
About the author
Redaksi IklimKita
Editor
Tim redaksi IklimKita menulis dan menyunting laporan berbasis data, sains, dan pengalaman warga tentang krisis iklim di Indonesia.




