Kembali|Cerita Warga/Umum|Dari Warga

Warga Bonto Manurung Lebih Banyak Merawat Tanaman Saat Cuaca Panas

Di Desa Bonto Manurung, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, masyarakat adat merasakan langsung dampak perubahan iklim dan El Nino. Suhu semakin panas, air semakin terbatas, dan cuaca yang tidak menentu membuat pertanian menghadapi tantangan hingga beberapa mengalami gagal panen. Di tengah kondisi ini, masyarakat terus bertahan melalui perawatan ekstra terhadap tanaman demi menjaga pangan dan sumber penghidupan. Perubahan iklim bukan lagi sekadar persoalan lingkungan, tetapi telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Redaksi IklimKita
13 September 2026•2 menit baca

Di Desa Bonto Manurung, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, warga merasakan cuaca yang semakin panas. Saat El Niño, kondisi ini cukup terasa bagi masyarakat yang sehari-hari bertani.

Masyarakat di Bonto Manurung banyak yang bergantung pada pertanian untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sekarang, saat cuaca panas dan air lebih sulit didapatkan, tanaman membutuhkan lebih banyak perawatan.

Warga harus lebih sering memperhatikan tanaman dan mengatur penggunaan air. Beberapa lahan pertanian juga mengalami gagal panen karena kondisi cuaca yang tidak mendukung.

Tanaman yang masih bisa tumbuh tetap dirawat. Warga berusaha menjaga tanaman yang ada supaya tidak ikut rusak. Air juga digunakan seperlunya karena persediaannya terbatas.

Menurut warga, sekarang kondisi pertanian sudah tidak semudah sebelumnya. Cuaca lebih sulit diperkirakan dan panas lebih terasa. Kalau tanaman gagal panen, kebutuhan pangan dan pendapatan keluarga juga ikut terganggu.

Karena itu, warga tetap berusaha merawat lahan yang masih bisa ditanami. Mereka berharap tanaman yang ada bisa bertahan dan hasilnya masih bisa digunakan untuk kebutuhan keluarga.

Cerita Warga

Punya cerita serupa?

Daftar jadi kontributor dan kirim laporan dampak iklim dari daerah Anda langsung ke redaksi IklimKita.

About the author

Redaksi IklimKita

Editor

Tim redaksi IklimKita menulis dan menyunting laporan berbasis data, sains, dan pengalaman warga tentang krisis iklim di Indonesia.