Sisa Jerami Dibakar Setelah Panen Padi
Siang yang sangat terik dikanan kiri jalan terdapat padi yang menguning. Masa panen padi sudah mulai, ada yang sibuk memanen padi dan memasukan kekarung. Sawah setelah dipanen menyisakan beberapa jerami sisa danbekas batang padi. Sebagian jerami diambil untuk pakan ternak namun yang berukuran kecil halus tidak diambil. Lalu sisa-sisa panen ini dibakar hingga menimbulkan asap tebal ke udara
Siang itu terasa sangat terik. Di kanan dan kiri jalan terlihat sawah dengan padi yang mulai menguning. Masa panen padi juga sudah mulai. Beberapa petani terlihat sibuk memanen padi dan memasukkannya ke dalam karung. Saat ini baru sebagian kecil sawah yang dipanen karena masih awal masa panen.
Setelah dipanen, sawah menyisakan jerami dan bekas batang padi. Sebagian jerami diambil untuk pakan ternak, tetapi jerami yang berukuran kecil dan halus biasanya tidak diambil.
Sisa-sisa panen tersebut kemudian dibakar. Dari kejauhan terlihat asap tebal dari sawah yang sedang dibakar. Jika lokasi pembakaran berada dekat dengan jalan, asap dapat mengganggu pengendara yang melintas.
Ketika beberapa sawah membakar sisa jerami secara bersamaan, asap terlihat seperti kabut dan menutupi pandangan. Bau asap juga terasa saat melintas dan membuat pernapasan menjadi tidak nyaman.
Pengolahan sisa limbah pertanian seperti jerami masih belum banyak dilakukan. Karena itu, pembakaran masih menjadi cara yang dilakukan petani untuk membersihkan sisa tanaman setelah panen.
Menurut yang saya lihat, petani masih membutuhkan informasi dan cara lain untuk mengolah sisa pertanian tersebut. Ke depannya, saya berharap ada pelatihan bagi petani mengenai pengolahan limbah pertanian agar sisa jerami tidak hanya dibakar setelah panen.
Punya cerita serupa?
Daftar jadi kontributor dan kirim laporan dampak iklim dari daerah Anda langsung ke redaksi IklimKita.




