Kembali|Cerita Warga/Umum|Dari Warga

Sampah Menumpuk di Badan Air Dekat Permukiman Warga Tambakrejo

Badan air di tengah permukiman pesisir Tambakrejo, Semarang, tampak dipenuhi sampah dengan permukaan air berwarna kehijauan. Kondisi ini menjadi gambaran persoalan lingkungan yang lebih luas di kawasan pesisir, yang juga menghadapi timbulan sampah, rob, penurunan muka tanah, dan kenaikan muka laut. Cerita ini menyoroti bagaimana persoalan sampah dan perubahan lingkungan pesisir dapat memengaruhi kualitas lingkungan serta ruang hidup masyarakat.

Redaksi IklimKita
19 September 20266 menit baca

Dari balik permukiman warga Tambakrejo, Semarang, terlihat sebuah badan air yang sekilas seperti kolam. Rumah-rumah warga berdiri di sekelilingnya. Beberapa bagian tepian juga terlihat digunakan untuk aktivitas warga.

Kalau dilihat lebih dekat, di sepanjang tepian badan air terlihat banyak sampah plastik dan sampah rumah tangga. Ada juga beberapa sampah yang mengapung di permukaan air. Airnya terlihat berwarna kehijauan.

Kondisi seperti ini sudah tidak asing bagi warga di kawasan Tambakrejo. Kawasan ini berada dekat dengan laut dan sering berhadapan dengan rob. Saat air naik, sampah yang ada di sekitar kawasan bisa ikut terbawa air. Ketika air surut, sebagian sampah kemudian tertinggal di tepian atau badan air.

Masalah sampah di Tambakrejo juga sudah beberapa kali ditangani. Pada Januari 2023, Pemerintah Kota Semarang bersama BBWS Pemali Juana pernah membersihkan timbunan sampah di kawasan Tambakrejo. Saat itu, Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang menjelaskan bahwa sampah yang menumpuk berasal dari beberapa sumber, termasuk sampah yang terbawa arus dari hulu dan sampah yang terbawa rob.

Pada 2025, Pemerintah Kota Semarang juga menyebut adanya "pulau sampah" di bekas tambak Kampung Tambakrejo. Menurut pemerintah, sampah di lokasi tersebut berasal dari sampah laut yang terperangkap dan sampah yang dibuang ke kawasan bekas tambak. Penanganannya kemudian direncanakan dilakukan secara bertahap, mulai dari pembersihan, edukasi, pengawasan, sampai melibatkan masyarakat.

Di sekitar permukiman juga ditemukan berbagai sampah rumah tangga, seperti plastik, popok, pembalut, dan limbah domestik lainnya. Bagi warga yang setiap hari tinggal di kawasan tersebut, sampah bukan sesuatu yang hanya dilihat sesekali. Sampah bisa terlihat di sekitar rumah dan badan air yang berada dekat dengan permukiman.

Untuk kondisi air yang terlihat kehijauan, penyebabnya belum bisa dipastikan hanya dari pengamatan. Perlu pemeriksaan kualitas air untuk mengetahui apakah ada pencemaran atau penyebab lain. Yang terlihat langsung adalah air berwarna kehijauan dan terdapat sampah di beberapa bagian badan air.

Semarang bagian pesisir juga menghadapi persoalan penurunan muka tanah dan kenaikan muka air laut. Kondisi tersebut membuat kawasan pesisir semakin rentan terhadap genangan rob. Masalah sampah di Tambakrejo juga tidak selalu berasal dari warga yang tinggal di lokasi. Pemerintah sebelumnya menyebut ada sampah yang terbawa dari hulu dan ada pula yang terbawa dari laut. Karena itu, sampah yang terlihat di Tambakrejo tidak bisa dilihat hanya dari satu sumber.

Di sisi lain, sampah yang dibuang sembarangan tetap bisa menambah timbunan. Kalau sampah sudah menumpuk di badan air atau tepian, ketika hujan, aliran air, atau rob datang, sampah bisa berpindah dan menumpuk di tempat lain.

Warga tentu berharap kawasan tempat tinggalnya tidak dipenuhi sampah. Pembersihan memang penting karena sampah yang sudah menumpuk akan mengganggu aktivitas warga dan membuat lingkungan terlihat kotor. Tetapi setelah dibersihkan, sampah juga perlu dicegah agar tidak kembali menumpuk.

Pengangkutan sampah, tempat membuang sampah, kondisi saluran air, dan kebiasaan membuang sampah menjadi hal yang ikut menentukan kondisi kawasan. Pengawasan juga diperlukan karena kawasan pesisir bisa menerima sampah bukan hanya dari daratan sekitar, tetapi juga dari aliran air dan laut.

Badan air yang berada dekat dengan permukiman juga perlu diperhatikan kondisinya. Kalau warna air berubah atau terdapat banyak sampah, pemeriksaan kualitas air dapat dilakukan untuk mengetahui kondisi sebenarnya.

Cerita Warga

Punya cerita serupa?

Daftar jadi kontributor dan kirim laporan dampak iklim dari daerah Anda langsung ke redaksi IklimKita.

About the author

Redaksi IklimKita

Editor

Tim redaksi IklimKita menulis dan menyunting laporan berbasis data, sains, dan pengalaman warga tentang krisis iklim di Indonesia.