Kembali|Cerita Warga/Umum|Dari Warga

Air Sulit Didapat, Warga Jalan Pabbongkaya Harus Menghemat Air

Saat Air Menipis, Lingkungan Ikut Menangis. El Niño tidak hanya membuat sumur dan sumber air mengering, tetapi juga perlahan mengubah kebiasaan masyarakat dalam menjaga lingkungan. Ketika air bersih harus dihemat, sampah mulai dibiarkan menumpuk dan berserakan. Sebuah ironi di tengah krisis: bagaimana kita bertahan dari kekurangan air tanpa menciptakan masalah baru bagi lingkungan? Karena pada akhirnya, lingkungan yang kita abaikan akan kembali memberi dampak kepada kita.

Redaksi IklimKita
19 September 20263 menit baca

Di Jalan Pabbongkaya, Kelurahan Laikang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, panas datang lebih lama, hujan semakin jarang, dan air bersih menjadi sesuatu yang harus dihemat. Sumur yang biasanya menjadi sumber air mulai menyusut. Air yang masih tersedia harus dibagi untuk berbagai kebutuhan, mulai dari memasak, minum, hingga mencuci.

"Air sekarang susah. Kalau ada, harus dihemat," keluh seorang warga.

Keterbatasan air juga membuat sebagian warga mengurangi kegiatan membersihkan rumah dan lingkungan. Mencuci dan membersihkan sampah dikurangi karena membutuhkan air. Ada yang memilih menyimpan air untuk kebutuhan yang dianggap lebih penting. Akibatnya, sampah mulai terlihat di beberapa tempat.

Plastik bekas makanan, botol, kantong kresek, dan sampah rumah tangga lainnya berserakan. Kondisi lingkungan yang biasanya dibersihkan mulai terlihat lebih kotor karena air yang tersedia lebih banyak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Saat air sulit didapatkan, warga harus memilih kebutuhan mana yang harus didahulukan. Memasak, minum, dan mencuci peralatan makan menjadi kebutuhan utama. Membersihkan rumah dan lingkungan dilakukan ketika air masih tersedia.

Kondisi seperti ini membuat warga harus lebih menghemat air sekaligus tetap berusaha menjaga lingkungan. Sampah tetap perlu dikumpulkan agar tidak berserakan dan masuk ke saluran air ketika hujan turun.

Warga berharap kondisi kekurangan air tidak berlangsung lama. Air bersih tetap dibutuhkan untuk kebutuhan sehari-hari, sementara lingkungan juga perlu tetap dijaga agar tidak semakin kotor.

Cerita Warga

Punya cerita serupa?

Daftar jadi kontributor dan kirim laporan dampak iklim dari daerah Anda langsung ke redaksi IklimKita.

About the author

Redaksi IklimKita

Editor

Tim redaksi IklimKita menulis dan menyunting laporan berbasis data, sains, dan pengalaman warga tentang krisis iklim di Indonesia.