LaporIklim Hadirkan Sesi Interaktif dalam Kawula17 Goes to School Makassar, Ajak Pelajar Kenali Pelaporan Dampak Perubahan Iklim
Makassar, 9 Juli 2026. LaporIklim turut ambil bagian dalam kegiatan Kawula17 Goes to School Makassar, program lokakarya yang diselenggarakan oleh Yayasan Pelopor Pilihan Tujuhbelas (PP17) bekerja sama dengan AIESEC in Unhas. Kegiatan yang berlangsung sehari penuh ini menyasar pelajar tingkat SMA dan SMK sederajat di Kota Makassar, dengan tujuan melatih nalar kritis generasi muda terhadap isu-isu lingkungan di daerah mereka sendiri.
Dalam kegiatan ini, LaporIklim hadir bersama sejumlah komunitas dan organisasi lingkungan lain, yaitu Satya Bumi, Green Generation, Blue Forest, dan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sulawesi Selatan. Setiap komunitas menyediakan sesi interaktif secara mandiri kepada para peserta, memberikan wawasan dari sudut pandang dan fokus isu masing-masing seputar krisis lingkungan dan iklim. Turut hadir pula Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar, Helmi Budiman, yang memberikan sambutan dalam pembukaan acara.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan pengenalan isu lingkungan yang terjadi di Makassar, dilanjutkan dengan sesi pendalaman masalah agar peserta mampu menemukan akar persoalan dari isu yang mereka angkat. Peserta kemudian diajak memetakan para pemangku kepentingan (stakeholder) yang terkait dengan isu tersebut, sebelum akhirnya merumuskan aspirasi dan solusi atas permasalahan lingkungan yang mereka temukan. Seluruh hasil diskusi kelompok pada akhirnya dirangkum menjadi kumpulan aspirasi anak muda Makassar terhadap kondisi lingkungan di kota mereka.
Menurut Hendra, Research Fellow Kawula17 sekaligus PIC program Kawula17 Goes to School, isu lingkungan dipilih sebagai medium utama karena dianggap efektif melatih pelajar berpikir secara kritis sekaligus runtut dalam melihat persoalan di sekitar mereka. Ia menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan sengaja dirancang bertahap, mulai dari pengenalan masalah, pendalaman akar isu, pemetaan pemangku kepentingan, hingga perumusan aspirasi dan solusi, agar pelajar tidak berhenti pada keluhan semata tetapi terbiasa berpikir sistematis.
"Isu lingkungan inilah yang kita ajak teman-teman SMA ini melihat, ada masalah lingkungan apa sih yang terjadi di Makassar ini, agar mereka juga peduli dengan lingkungan sekitarnya," ujar Hendra saat ditemui di sela kegiatan.
Lebih jauh, Hendra menekankan bahwa di balik latihan berpikir kritis tersebut, ada pesan yang lebih mendasar yang ingin disampaikan kepada peserta, yakni kesadaran akan hak mereka sebagai warga negara atas lingkungan hidup yang layak. Baginya, kegiatan seperti ini penting agar generasi muda tidak hanya paham isu lingkungan secara teori, tetapi juga menyadari bahwa mereka punya hak sekaligus kewajiban untuk ikut menjaga kualitas lingkungan tempat mereka tinggal.
Melalui sesi interaktif yang dihadirkan dalam kegiatan ini, LaporIklim mengajak para pelajar SMA dan SMK di Makassar untuk mengenal lebih jauh bagaimana masyarakat dapat berperan aktif melaporkan fenomena dan dampak perubahan iklim yang mereka alami sehari-hari di lingkungan sekitar mereka. Harapannya, generasi muda tidak hanya memahami persoalan lingkungan secara konseptual, tetapi juga mengenal saluran nyata yang dapat mereka gunakan untuk turut berpartisipasi memantau kondisi iklim di daerah mereka.
About the author
Redaksi IklimKita
Editor
Tim redaksi IklimKita menulis dan menyunting laporan berbasis data, sains, dan pengalaman warga tentang krisis iklim di Indonesia.


.webp)

