Topik
Pertambangan
Artikel dengan topik Pertambangan.

Umum
Wajah Ganda Transisi Energi di Kepulauan Riau
Oleh : Putra Gema Pamungkas Liputan mendalam ini didukung oleh fellowship dari Lapor Iklim x Yayasan PIKUL. Selengkapnya dapat dilihat melalui tautan berikut:

Umum
Hadapi Krisis Iklim, Suara Perempuan di Pulau Kecil Harus Perlu Didengar
Talkshow Green Press Community (GPC) di hotel Sutan Raja, Minahasa Utara, Sulawesi Utara, Sabtu 7 Februari 2026 Dengan Tema Masa Depan Pulau Kecil di Tengah Gempuran Industri Ekstraktif. (Foto Panitia Green Press Community) Oleh: Fandri Mamonto Ancaman

Berita
Perempuan di Lingkar Tambang
Indonesia sedang mengukuhkan dirinya sebagai poros nikel dunia, sebuah julukan megah untuk logam yang digadang-gadang menjadi penyelamat bumi dari krisis iklim melalui perannya dalam produksi baterai kendaraan listrik. Tambang dipromosikan sebagai jalan cepat

Berita
Kemiskinan di Tengah Kekayaan: Wajah Asli Ekonomi Ekstraktif
Bayangkan desa yang dikelilingi kekayaan tambang, namun anak-anaknya kesulitan bersekolah. Bayangkan industri raksasa yang menyumbang hampir 10 persen PDB nasional, namun puskesmas di sekitar lokasi industri justru langka. Inilah potret nyata yang diungkap

Berita
Tambang di Pulau Kecil adalah Pengabaian Negara Terhadap Rakyat dan Lingkungan
Pulau-pulau kecil yang seharusnya menjadi benteng ekologis satu per satu dikapling, dijual, dan dibongkar untuk kepentingan tambang. Negara yang semestinya menjadi pelindung ruang hidup rakyat, justru bertindak sebagai sekutu modal, menyulap hukum menjadi

Berita
Rakus Tambang, Kurus Anak: Ironi Stunting di Kawasan Tambang
Persoalan stunting tidak sekadar tentang jumlah kalori makanan yang dikonsumsi, melainkan soal kualitas air bersih, sanitasi, dan lingkungan tempat tinggal yang layak. Apa gunanya telur rebus, ikan, sayuran, dan nasi jika mereka mandi di air asam tambang,

Publikasi
Terkepung Sawit dan Tambang, SAD Batanghari Kesulitan Pangan
Episumi berhenti sejenak dari aktivitasnya di tengah kebun sawit. Sambil meluruskan punggung, perempuan 40 tahunan itu menghela napas, melepas lelah. Tangannya kotor, seharian mengais tanah, mengumpulkan ‘brondolan’ atau rontokan sawit. “Kalau e nggak gini,
