Kembali|Berita/Umum

Empat Tahun Lagi, Pesisir Utara Demak Diperkirakan Hilang

Akibat abrasi, penurunan permukaan tanah dan banjir limpahan kenaikan air laut. Salah siapa?

Redaksi IklimKita
24 Juni 20264 menit baca

Organisasi nirlaba independen Climate Central memprediksi wilayah pesisir utara Kabupaten Demak, Jawa Tengah akan hilang pada 2030. Penyebabnya mulai dari abrasi, penurunan permukaan tanah, dan banjir limpahan kenaikan air laut ke darat. Ini semua terjadi karena krisis iklim. Kenaikan air laut ini memberikan dampak besar bagi manusia, ekosistem dan infrastruktur - terutama di wilayah pesisir, seperti wilayah utara Kabupaten Demak itu.

Studi ini keluar pada 10 Juni 2026, dan dipublikasikan di situs Science Advance. Hasil studi menyebut, kenaikan permukaan laut ekstrem akibat aktivitas manusia sebesar 58 persen; atau kisaran 44-65 persen selama periode 2000-2018. Penelitian ini juga menunjukkan kenaikan tiga kali lipat aktivitas manusia sebagai penyebab utama sejak era 70-an.

Peneliti dari Universitas Tulane menyebutkan, kenaikan permukaan air laut yang disebabkan manusia ini telah meningkatkan frekuensi banjir di wilayah pesisir di seluruh dunia. Penelitian ini diterbitkan di jurnal Nature Climate Change. Temuannya: ada kenaikan banjir di wilayah pesisir hingga empat kali lipat sejak tahun 1990-an.

Kalau pada awal abad ke-20, alam berkontribusi pada kenaikan permukaan air laut, maka campur tangan manusia telah mendominasi kejadian ini sejak tahun 1960-an. Dan kini jadi penyebab utamanya.

Dampak Kenaikan Permukaan Laut

Laut punya peran penting sebagai penopang kehidupan manusia. Laut menyerap panas matahari, dan ini menjaga suhu bumi tetap seimbang. Pasokan oksigen terbesar di dunia berasal dari laut. Sumber protein dan nutrisi esensial berasal dari laut. Bahkan transportasi global dalam distribusi barang juga mengandalkan lautan.

Karenanya, kenaikan permukaan air laut juga turut berdampak besar bagi kehidupan manusia. Banjir rob menyebabkan tenggelamnya daratan pesisir, erosi dan abrasi pantai, kerusakan infrastruktur kawasan pesisir, hingga terganggunya mata pencarian nelayan berujung pada kemiskinan pemukiman pesisir. Kabupaten Demak, Jawa Tengah, salah satunya.

Cakupan banjir semakin luas dengan ketinggian yang semakin tinggi. Rumah tinggal yang lebih sering terendam air laut. Terganggunya mata pencaharian berujung kepada lemahnya ketahanan pangan masyarakat. Kenaikan permukaan air laut menjadikan kawasan pesisir seperti pantai utara jawa merasakan peningkatan ancaman banjir hingga tiga kali lipat.

Penulis dan ilmuwan iklim Climate Central, Daniel Gilford, menyebutkan, studi yang dilakukan oleh Climate Central tersebut menggarisbawahi situasi perubahan iklim saat ini ibarat melontarkan dadu melawan masa depan generasi masa depan manusia. Dampak kenaikan permukaan air laut oleh manusia telah menciptakan kerusakan besar, kecuali generasi saat ini dapat mengambil langkah ekstrem dalam menanggulangi perubahan iklim yang sedang terjadi.

Penulis: Nasrullah
Editor: Citra Dyah Prastuti

Dokumentasi : ANTARA/Xin Hua/Bram Selo

About the author

Redaksi IklimKita

Editor

Tim redaksi IklimKita menulis dan menyunting laporan berbasis data, sains, dan pengalaman warga tentang krisis iklim di Indonesia.